Without the Yokai’s powers anymore, I finally gathered the courage to call Rey the next day—not for work, but for something far more personal. I needed to confess my true feelings to her. To my relief, she agreed to meet me at the park. When we finally sat down together, I was stunned to learn that Rey felt the exact same way about me. That night, I invited her back to my place, where our connection turned into something deeper. We made love passionately, bodies entwined as if we’d been waiting for this moment forever. Rey clung to me, whispering that she wanted this every single day now that I was her boyfriend. I gave her exactly what she craved, thrusting deep inside her tight, wet pussy until I filled her with a hot creampie—just the way she always desired.
SITUS INI MENGANDUNG KONTEN MATERI SEKSUAL EKSPLISIT (termasuk materi pornografi). Anda harus berusia setidaknya delapan belas (18) tahun untuk menggunakan situs ini, kecuali usia dewasa di bawah hukum yang berlaku di tempat domisili Anda lebih dari delapan belas (18) tahun, dalam hal ini Anda harus setidaknya berusia dewasa di bawah hukum yang berlaku. Penggunaan situs ini tidak diizinkan jika dilarang oleh hukum. Situs ini juga memerlukan penggunaan cookie. Informasi tentang cookie dapat Anda temukan di Kebijakan Privasi dan Kebijakan Cookie.
DENGAN MASUK KE SITUS INI DAN MENGGUNAKAN SITUS INI ANDA MENYETUJUI KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGGUNAA COOKIE.