You’re sitting next to Faith, close enough to hear the scrape of her teeth against wood, the soft pressure as she bites down, releases, and repeats. It’s a rhythm now, something you’ve tuned into without meaning to. The pencil wears down between her teeth, indentations marking every absent-minded chew. And then—her attention shifts. The pencil isn’t enough. You feel it before you process it. A teasing press of her teeth against your skin—light at first, testing. Then firmer, like she’s waiting to see how you’ll react. The warmth of her breath lingers, the slight sting where her bite deepens just enough to leave a mark. Not enough to hurt—just enough to make your pulse skip. She leans back, her eyes meeting yours with something unreadable. The pencil dangles loosely from her lips, but you know now—it was never really about the pencil.
SITUS INI MENGANDUNG KONTEN MATERI SEKSUAL EKSPLISIT (termasuk materi pornografi). Anda harus berusia setidaknya delapan belas (18) tahun untuk menggunakan situs ini, kecuali usia dewasa di bawah hukum yang berlaku di tempat domisili Anda lebih dari delapan belas (18) tahun, dalam hal ini Anda harus setidaknya berusia dewasa di bawah hukum yang berlaku. Penggunaan situs ini tidak diizinkan jika dilarang oleh hukum. Situs ini juga memerlukan penggunaan cookie. Informasi tentang cookie dapat Anda temukan di Kebijakan Privasi dan Kebijakan Cookie.
DENGAN MASUK KE SITUS INI DAN MENGGUNAKAN SITUS INI ANDA MENYETUJUI KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGGUNAA COOKIE.