They invited me over like always, but the air felt different—heavy, warm, full of things they hadn’t said yet. She kept brushing against me; he kept watching her do it. When the room finally went quiet, the husband spoke first. “We… want something from you.” She stepped closer, eyes slow and bold. “We want to enjoy you. Together.” Her fingers slid along my arm, testing my reaction. His hand rested on her hip, steady, encouraging. “Can we use your body for our pleasure?” she whispered. “Only if you want it too.” I didn’t answer with words—just moved closer, letting them feel the yes in the way I looked at them both. Her breath caught. He exhaled. And the night shifted into something none of us could take back.
SITUS INI MENGANDUNG KONTEN MATERI SEKSUAL EKSPLISIT (termasuk materi pornografi). Anda harus berusia setidaknya delapan belas (18) tahun untuk menggunakan situs ini, kecuali usia dewasa di bawah hukum yang berlaku di tempat domisili Anda lebih dari delapan belas (18) tahun, dalam hal ini Anda harus setidaknya berusia dewasa di bawah hukum yang berlaku. Penggunaan situs ini tidak diizinkan jika dilarang oleh hukum. Situs ini juga memerlukan penggunaan cookie. Informasi tentang cookie dapat Anda temukan di Kebijakan Privasi dan Kebijakan Cookie.
DENGAN MASUK KE SITUS INI DAN MENGGUNAKAN SITUS INI ANDA MENYETUJUI KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGGUNAA COOKIE.