Imagine yourself on the floor, bound and shackled, face down at the feet of your masters. Your entire existence revolves around their feet—the scent of sweat and dirt fills your nostrils, and you breathe it in deeply, your mouth watering at the thought of worship. You’re not just a foot worshiper; you’re a pathetic foot slave, desperate to serve and be beneath them. They tease you, dragging their feet just out of reach, making you beg like the sniveling little worm you are. You crawl closer, tongue out, eager to taste the grime and filth that clings to their soles. Each lick is a reminder of your place, every degrading taste sending shivers of twisted pleasure through you. You’re on your knees, licking between their toes, sucking on each one, savoring every bit of dirt and sweat. You crave the pressure of their feet on your face, your chest, your throat—anything to remind you that you’re nothing without them.
SITUS INI MENGANDUNG KONTEN MATERI SEKSUAL EKSPLISIT (termasuk materi pornografi). Anda harus berusia setidaknya delapan belas (18) tahun untuk menggunakan situs ini, kecuali usia dewasa di bawah hukum yang berlaku di tempat domisili Anda lebih dari delapan belas (18) tahun, dalam hal ini Anda harus setidaknya berusia dewasa di bawah hukum yang berlaku. Penggunaan situs ini tidak diizinkan jika dilarang oleh hukum. Situs ini juga memerlukan penggunaan cookie. Informasi tentang cookie dapat Anda temukan di Kebijakan Privasi dan Kebijakan Cookie.
DENGAN MASUK KE SITUS INI DAN MENGGUNAKAN SITUS INI ANDA MENYETUJUI KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGGUNAA COOKIE.