"“I swallow her spit because mine just isn’t enough." Mari and An take off their skirts and stay on the gray carpet, shirts open, white panties and bras barely visible each time they lean in to spit. An waits, tongue out. Mari aims and lets it drop— a thick, slow line. Then they switch. An kneels down and spits it all back. They suck their fingers. Touch each other’s faces. Mari pushes her fingers deep into her mouth just to build more spit. They lick each other’s tongues. Swap it back and forth. Spit falls in strands to the floor, stretching between their lips as they pull apart. An slides her finger into Mari’s mouth, then brings it to her own. They finish glowing, mouths foamy, and spit still dripping from their chins. You say it’s just spit... but your mouth’s already open. And you want it filled too. (240522_15)
SITUS INI MENGANDUNG KONTEN MATERI SEKSUAL EKSPLISIT (termasuk materi pornografi). Anda harus berusia setidaknya delapan belas (18) tahun untuk menggunakan situs ini, kecuali usia dewasa di bawah hukum yang berlaku di tempat domisili Anda lebih dari delapan belas (18) tahun, dalam hal ini Anda harus setidaknya berusia dewasa di bawah hukum yang berlaku. Penggunaan situs ini tidak diizinkan jika dilarang oleh hukum. Situs ini juga memerlukan penggunaan cookie. Informasi tentang cookie dapat Anda temukan di Kebijakan Privasi dan Kebijakan Cookie.
DENGAN MASUK KE SITUS INI DAN MENGGUNAKAN SITUS INI ANDA MENYETUJUI KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGGUNAA COOKIE.