Afterwards, Mirei was looking for her sock… I didn’t say anything. I took it home so I could smell it again in bed. Still in uniform, flushed from practice. Kotona buries her face in Mirei’s sweat—armpits, then crotch. Deep inhales, greedy breaths like she wants to memorize the stink. She rubs the panties, hungry for more. Mirei lifts her foot. Kotona pushes her nose in deeper. One sock off. Foot soaked in cheer sweat. She grabs it with both hands, licking the arch, sucking the toes. Messy moans, wet strokes, tongue curling around every corner. Mirei moans back, craving that tongue between. Their mouths meet each other’s feet. Clumsy. Wet. Urgent. Spit, sweat, stifled moans. Two cheerleaders drowning in fetish heat. Would you rather push your face into a cheerleader's damp panties? Or inhale her dirty gym socks and drool all over her feet? Why choose… when the right girl lets you do it all? Kotona and Mirei are those girls. Happy fantasising, boys (201022_07)
SITUS INI MENGANDUNG KONTEN MATERI SEKSUAL EKSPLISIT (termasuk materi pornografi). Anda harus berusia setidaknya delapan belas (18) tahun untuk menggunakan situs ini, kecuali usia dewasa di bawah hukum yang berlaku di tempat domisili Anda lebih dari delapan belas (18) tahun, dalam hal ini Anda harus setidaknya berusia dewasa di bawah hukum yang berlaku. Penggunaan situs ini tidak diizinkan jika dilarang oleh hukum. Situs ini juga memerlukan penggunaan cookie. Informasi tentang cookie dapat Anda temukan di Kebijakan Privasi dan Kebijakan Cookie.
DENGAN MASUK KE SITUS INI DAN MENGGUNAKAN SITUS INI ANDA MENYETUJUI KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGGUNAA COOKIE.